ADAT PURU MASYARAKAT SABU DI SUMBA TIMUR DITINJAU DARI PERSPEKTIF TEOLOGI FEMINIS

Authors

  • Ricard Edwin Thomas Universitas Kristen Satya Wacana Author

Keywords:

Adat Puru, Kesetaraan, Teologi Feminis

Abstract

Penelitian ini berfokus pada adat puru suku Sabu diaspora di Sumba Timur dalam perspektif teologi feminis. Subordinasi terhadap kaum perempuan tidak terlepas dari sistem patriarki yang dihidupi dalam masyarakat. Dalam praktik budaya sering kali ditemukan ketidakadilan terhadap perempuan, termasuk budaya di Indonesia. Namun tidak semua kebudayaan menomorduakan posisi perempuan, contohnya adat puru. Penelitian ini menggunakan metode etnografi untuk memahami sudut pandang dari masyarakat Sabu tentang adat puru yang berhubungan dengan upaya dalam menjaga kesetaraan gender. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan lokasi penelitian di kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat puru merupakan bentuk perlindungan terhadap perempuan dari tindakan kekerasan, diskriminasi dan perzinahan yang bisa dialaminya. Adat puru merefleksikan iman Kristen tentang kasih Allah yang adil dan mengasihi dengan menegakkan tata krama untuk saling menghargai sesama dalam cinta kasih. Adat puru memberikan perempuan Sabu kebebasan dalam menentukan masa depannya sebagi perempuan yang utuh dan kesetaraan hak dengan laki-laki sebagai manusia yang memiliki kontrol atas dirinya sendiri

Published

2025-11-20