REPRESENTASI SEMANGAT ECOFEMINISME DALAM PEMBUATAN TENUN IKAT SUMBA TIMUR

Authors

  • Martini Ndamunamu Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah kabupaten Sumba Timur Author

Keywords:

tenun ikat, perempuan, ecofeminisme

Abstract

Alam dan manusia memiliki hubungan simbiosis, dan perempuan, yang merupakan hampir setengah dari populasi global, secara aktif berkontribusi untuk memelihara lingkungan demi kelangsungan hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran perempuan perajin tenun ikat dalam pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan pewarna alam yang dilakukan melalui pendekatan eksploratif. Penelitian dilakukan di sentra industri tenun ikat di Kabupaten Sumba Timur yaitu di Desa Mbatakapidu, Hambapraing, Mauliru, dan Kaliuda, mulai Desember 2023 hingga Maret 2024. Penelitian menunjukkan bahwa tenun ikat berfungsi sebagai jalur pemberdayaan diri bagi perajin perempuan di tengah budaya patriarki. Yang penting, industri tenun ikat tidak menempatkan perempuan pada posisi subordinat; sebaliknya, industri ini mendorong kolaborasi antara laki-laki dan perempuan dalam memperkuat ekonomi keluarga. Pemanfaatan pewarna alam dalam tenun ikat merupakan perwujudan semangat ekofeminisme, yang menandakan upaya bersama untuk melindungi lingkungan dari bahaya pewarna sintetis yang digunakan dalam produk tenun ikat. Untuk mempertahankan produksi tenun ikat dengan pewarna alam diperlukan budidaya tanaman pewarna.

Published

2025-11-20