TANTANGAN DAN ANCAMAN TRIPLE DISRUPTION DALAM PERCEPATAN AKSELERASI PEMBANGUNAN BADAN USAHA MILIK DESA DI KABUPATEN SUMBA TIMUR
Keywords:
triple disruption, keterampilan terkini, BUMDesa, sumberdaya manusia, sumba timurAbstract
Dinamika global yang dinamis telah menghantar peradaban pada kehidupan normalitas baru dengan segala konsekuensinya. Realita ini telah memasuki Kabupaten Sumba Timur, dimana kemajuan teknologi informasi telah membuat berbagai layanan semakin mudah dan cepat. Namun, terdapat potensi ancaman triple disruption, khususnya para pelaku usaha, yakni adanya pesaing-pesaing baru yang membuat peta persaingan semakin kompetitif. Tujuan penelitian adalah menganalisa sejauh mana kesiapan BUM Desa menghadapi ancaman dan tantangan tersebut, khususnya keterampilan terkini para pengurus. Obyek penelitian dilakukan pada 6 BUM Desa aktif yang memiliki usaha produktif dan akses internet. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats). Hasil penelitian menemukan para pengurus BUM Desa memiliki keterampilan terkini yang rendah yang berdampak belum optimalnya pemanfaatan kemajuan digitalisasi untuk kemajuan usaha masyarakat. Selain itu, terdapat kelompok usaha masyarakat yang dapat menjadi embrio bagi pembentukan perekonomian komunitas desa. Namun, hal ini belum terkelola dengan baik yang menyebabkan masyarakat masih terjerat dalam kemiskinan. Penelitian ini merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah menghadapi triple disruption adalah pertama, meningkatkan keterampilan terkini pengurus guna mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan digital. Kedua, memberdayakan kelompok usaha masyarakat dalam suatu komunitas yang saling terintegrasi dan bersinergi membangun perekonomian desa yang mandiri, berdaulat dan berkeadilan.